bunga kecil diterpa angin
terombang-ambing tanpa arah
menggugurkan sedikit demi sedikit mahkotanya
melunglaikan sedikit demi sedikit pertahanannya
membuat lirih hati melihatnya
begitu kerasnya bunga itu bertahan
membuat kesal kepada si akar
dengan tenang tanpa merasakan gelisah
dibawah tanah tanpa derita
tak tahu bunga diterpa angin kencang diatas sana
sedih melihat bunga yang semakin lama semakin melemah
semakin meradanglah kepada si akar
dalam diam tanpa goncangan
tiada merasa beban dipundak
hanya melihat dengan mata
maka meradanglah pada si akar
tapi pernakah mencoba melihat dengan hati
begitu kerasnya akar mempertahankan bunga akar tak mati
begitu kuat bertahan demi sang bunga
hingga seperti tiada telinga mendengar maki
bertahan tubuh dan menahan hati demi sang bunga
agar tetap hidup dan dipuja orang
agar tak mati dan diinjak orang
tetap bertahan walau begitu ingin menyerah
mendengar maki tiada henti hanya tertuju pada diri
menahan hati melihat diri, tiada yang peduli
bahwa badai besar menerpa tubuh ini
adakah yang pernah melihat seperti itu?
melihat lebih dalam lagi menggunakan mata hati
tidak hanya melihat dari sisi yang tersakiti
dan tak melihat dari sisi yang menyakiti
tak selamnya apa yang dilihat menggunakan mata adalah fakta
karna mata tak bisa melihat yang ada didalam hati
tak selamanya diam tak bernurani
tapi hanya menunggu dalam sepi
akankah ada yang memahami
indah permata sari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar