Minggu, 16 Desember 2012

poem #9

Baru aku sadari bahwa mencintaimu
bagaikan menghadapi matahari
semakin aku mendekatinya
maka semakin tersa panas membakar kulit

semakin aku ingin melihatnya lebih lama
maka semakin silau menyakitkan mata
semakin lama aku bertahan menghadapinya
maka semakin lemas sekujur tubuh karnanya

semua yang kulakukan, hanya menyakiti diri sendiri
sudah tahu akan terluka
tetapi tetap saja dilakukan
mengapa menjadi orang yang begitu bodoh?
mencoba mendekati matahari yang begitu panas
mencoba melihat sinar matahari yang menyilaukan
dan pada akhirnya menyalahkan matahari atas segala hal
bahwa semua sakit dan derita timbul karnanya

tapi... apakah salah matahari apabila ia panas??
apakah salah matahari apabila sinarnya menyilaukan??
haruskah meminta angin tuk menghembuskan nasehat??
bahwa semua yg dilakukannya adalah karna diri sendiri
yg dengan bodohnya melakukan hal itu terus menerus
haruskah meminta petir gemuruh tuk menyadarkan??
bahwa ia telah menggunakan cara yang salah untuk menghadapi matahari
dengan mencoba mendekatinya
haruskah memnita awan tuk turunkan hujan agar memahami??
bahwa cara yang benar menghadapi matahari
ialah dengan berteduh dan menjauh
berteduh dari teriknya sinar matahari
dan hanya merasakan hangat sinarnya
menjauh sejauh mungkin
hingga sinarnya tak membakar kulit
dan meminta air tuk menuntunya berbalik arah
agar jangan menyiksa diri dengan menghadapi matahari



Tidak ada komentar:

Posting Komentar