Jumat, 09 November 2012

poem 7#

apa begini akhirnya?
hanya menjadi orang yang melihatmu bahagia
bukan orang yang membuatmu bahagia
apakah begini rasanya?
menjadi orang yang hanya bisa menunggumu
tanpa mendapat balasan darimu
apakah sebegitu bodohnya?
menjadi orang yang selalu mengejarmu
meski tahu takkan bisa menggapaimu sekeras apapun mencoba
apakah sebegitu hebatnya dirimu?
hingga membuatku melakukan hal bodoh seperti ini
menunggumu seperti ini
memperhatikanmu seperti ini
dan hanya bisa menangis dalam lirih

ingin benar-benar ku pecahkan gelas
dan meremasnya hingga berdarah
biar aku menangis meraung-raung
biar aku merasa perih sekujur tubuh
biar aku ada alasan untuk menjerit, merontah, menangis
karna hati ini telah penuh perih
dan begitu ingin melepasnya walau lirih
tapi tak sanggup untuk melepasnya dengan berani

ingin benar-benar ku pecahkan gelas
dan memintamu untuk meremasnya sekencang yg kau bisa
meremasnya dengan kuat hingga tanganmu berdarah
memintamu melakukan itu bukan untuk melukaimu
aku hanya ingin membuatmu tahu perasaanku saat ini
menahan segala ketajaman sisi pecahan gelas
pecahan gelas yang telah kau pecahkan menjadi berkeping-keping
hanya untuk menyembunyikan puing-puing pecahan itu dari orang lain
meremasnya dengan kuat agar benar-benar tidak terlihat
meremasnya terlalu kuat hingga terlalu banyak melukaiku
begitu sakit hingga membuat ingin berhenti menahannya
aku hanya ingin kau mengetahui itu
bahwa aku telah begitu banyak menahan perih karnamu




Tidak ada komentar:

Posting Komentar