Awan gelap…
Aku selalu menunggumu
Selalu mengadah keatas
Apakah mungkin kau datang
untukku?
Bukan menunggu kau menurunkan
hujan itu
Hanya merindukan keteduhanmu
Aku begitu jenuh dengan terik
Hingga tak sanggup ku untuk
menjerit
Aku? Apakah kau melihatnya?
Haruskah kuteteskan lebih
banyak peluh agar kau mengerti?
Bahwa aku merindukanmu
bukan hujan itu
Terkadang
aku benci menjadi basah
Rasa
terik itu menghilang
Tapi
lalu rasa dingin datang
Aku ingin lepas dari sakit
Tapi memilih jalan yang salah
Hingga terperangkap dalam
sakit
Awan gelap….
Bisakah kau halangi surya sekejap
untukku
hanya sekejap agar aku dapat
bernafas
aku tak merasakan hangatnya
lagi
dan terik itu mencekik leherku
aku ingin merasa hidup
walau itu hanya sekejap
Awan gelap…
kau pasti bertanya akanku
ada yang lain yang lebih baik
mengapa aku pilh dirimu??
karna aku tak merasakan
keteduhan itu
dan merasakannya bersamamu
bila itu yang akan kukatakan
akankah kau percaya padaku??
Awan gelap….
kau berharga bagiku
tak perlu kau hiraukan mereka
yang membencimu
hanya datang dengan berani
tak usah takut akan caci
selalu ingat didalam hatimu
bahwa
aku kan selalu disini
menunggumu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar